Sekolah Khusus di Kota Serang Terapkan Menu Diet Khusus untuk Siswa Autis dan ADHD

Sekolah Khusus di Serang Terapkan Menu Diet Khusus untuk Siswa Autis dan ADHD

SERANG | seBanten.com
— Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di Sekolah Khusus Negeri (SKH) 01 Kota Serang, Provinsi Banten, dinilai berdampak positif terhadap peningkatan tingkat kehadiran siswa berkebutuhan khusus.

Wakil Kepala SKH Negeri 01 Kota Serang Bidang Humas, Agus Helfi Rahman, mengatakan program yang mulai berjalan sejak April 2025 itu memberikan pengaruh nyata terhadap semangat siswa untuk hadir di sekolah.

“Kalau dilihat dari MBG, mempengaruhi tingkat kehadiran siswa. Saya belum meneliti secara mendalam, tapi kalau diamati dari hari ke hari, terlihat cukup berpengaruh,” ujar Agus di Serang, Rabu (30/10/2025).

Sebelum program MBG dijalankan, tingkat kehadiran harian siswa di sekolah tersebut berkisar 150 anak. Setelah program berjalan rutin, angka kehadiran meningkat menjadi sekitar 200 anak per hari.

“Dulu paling sekitar 150, setelah MBG rutin, tingkat kehadiran anak-anak meningkat,” katanya.

272 Siswa Terdaftar di SKH 01 Kota Serang

Agus menjelaskan, saat ini terdapat 272 siswa terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), mulai jenjang TK hingga SMA. Program MBG disalurkan secara rutin melalui penyedia makanan yang bekerja sama dengan pihak sekolah.

Ia juga menuturkan bahwa antusiasme siswa terhadap program tersebut sangat tinggi. Bahkan, para siswa kerap menunjukkan ekspresi protes ringan jika makanan datang terlambat.

“Sudah jam-jam tertentu, misalnya jelang istirahat, sudah terdengar suara-suara dari kelas. Cerita guru, anak-anak bilang ‘MBG Bu, MBG Pak,’ seperti demo kecil sambil pukul-pukul pintu,” ujar Agus sambil tersenyum.

Menu Khusus untuk Siswa Autis dan ADHD

Selain berdampak pada kehadiran, sekolah kini menyesuaikan menu MBG agar lebih ramah bagi siswa dengan kebutuhan khusus. Sejak Oktober 2025, SKH 01 Kota Serang bekerja sama dengan penyedia makanan untuk menerapkan menu diet khusus bagi siswa autis dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Penyesuaian ini dilakukan untuk menghindari bahan makanan yang dapat memicu hiperaktivitas dan menjaga keseimbangan gizi siswa.

Harapan Program MBG Berlanjut

Pihak sekolah berharap program ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya dirasakan langsung oleh siswa dan orang tua.

“Kami berharap besar MBG mendorong partisipasi kehadiran siswa secara rutin, meningkatkan kesehatan anak, sekaligus mengurangi beban ekonomi orang tua,” kata Agus.

💬 Disclaimer: Kami di sebanten.com berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke [email protected].