Parmaji Warga Kemeranggen Diduga Diciduk Orang Tak Dikenal, Keberadaannya Belum Diketahui
.webp)
SERANG, SEBANTEN - Parmaji (35), warga Kampung Kemeranggen RT 21/RW 07, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, diduga diciduk oleh orang tak dikenal di kediamannya pada Rabu, 1 Juli 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Hingga Jumat, 3 Juli 2026, keberadaan Parmaji belum diketahui.
Istri Parmaji Ceritakan Kronologi Kejadian
Rian Septina (31), istri Parmaji, mengatakan peristiwa itu terjadi di kediaman mereka pada Rabu, 1 Juli 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.
Menurut Rian Septina, sejumlah orang berperawakan seperti polisi dengan pakaian preman datang membawa selembar surat dan mengaku dari Polda Banten. Orang-orang tersebut berjumlah sekitar 10 orang dan datang menggunakan beberapa kendaraan, salah satunya mobil Pajero berwarna hitam.
Rian Septina mengungkapkan kepedihan hatinya karena tidak mengetahui apa yang terjadi hingga suaminya berurusan dengan hukum. Rian Septina juga menyebut rombongan yang datang berpesan agar tidak ada yang mengetahui perihal penangkapan suaminya.
Konfirmasi ke Polda Banten dan Polresta Serang
Tim Sebanten.com mendatangi Polda Banten melalui Unit Jatanras pada Jumat, 3 Juli 2026, untuk mengonfirmasi keberadaan Parmaji. Setelah dilakukan konfirmasi, nama Parmaji disebut tidak ada dalam daftar penahanan di Polda Banten.
Tim Sebanten.com kemudian mendatangi Polresta Serang. Dwi, salah satu anggota yang sedang piket, menyampaikan bahwa tidak ada atas nama Parmaji yang diamankan di Polresta Serang.
Kabidhumas Polda Banten, Maruli Ahiles Hutapea S.I.K., S.H., melalui sambungan WhatsApp juga belum dapat memberikan keterangannya terkait penangkapan Parmaji tersebut.
Keterangan Warga Setempat
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari masyarakat setempat, seorang warga yang disebut sebagai GP membenarkan adanya sejumlah orang tak dikenal yang datang tanpa didampingi RT/RW setempat.
GP juga menyebut orang-orang tersebut tidak menunjukkan kartu identitas saat melakukan penangkapan Parmaji. Menurut GP, mereka diduga dari pihak Bea Cukai yang didampingi aparat dari Mabes Jakarta.
Harapan Keluarga
Rian Septina berharap suaminya segera dikembalikan karena merasa bingung untuk menghidupi ketiga anaknya yang masih kecil.