Lapas Kelas IIA Serang Paparkan Pola Pembinaan dalam Audiensi Bersama FWB

Lapas Kelas IIA Serang Paparkan Pola Pembinaan dalam Audiensi Bersama FWB

SERANG, SEBANTEN.COM 
– Forum Wartawan Banten (FWB) menggelar audiensi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang, Kamis (8/1/2026). Audiensi dipimpin Ketua Umum FWB Toha dan diterima Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Steven.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pengelolaan lapas serta pola pembinaan yang diterapkan kepada warga binaan. Audiensi juga menjadi ruang dialog terkait keterbukaan informasi lembaga pemasyarakatan kepada masyarakat.

Lapas dan Keterbukaan Informasi Publik

Kepala Lapas Kelas IIA Serang Riko Steven menyampaikan bahwa pemahaman masyarakat tentang lapas masih kerap dipengaruhi stigma lama. Menurut dia, keterbukaan informasi penting agar masyarakat mengetahui kondisi lapas secara langsung.

“Minimal orang-orang Serang lah, Banten lah, biar tahu lapas itu apa sih sebenarnya. Hal yang dulu dibilang menyeramkan, hal yang tabu yang istilahnya penjara, tapi di dalam penjara ternyata tidak seseram yang di pikiran,” kata Riko.

Ia menambahkan, Lapas Kelas IIA Serang diposisikan sebagai ruang bersama yang harus dijaga oleh seluruh pihak.

“Gak tahu tempat lain ya, tapi saya pengen memastikan ini rumah kami, rumah kita. Harus kita jaga, Pak, pastinya,” ujarnya.

Fokus Pembinaan Warga Binaan

Riko menjelaskan, pendekatan yang diterapkan di Lapas Kelas IIA Serang lebih menitikberatkan pada pembinaan dibandingkan pemenjaraan. Warga binaan dipersiapkan untuk kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

“Bahwasannya, warga binaan terutama di sini bukan tempat pemenjaraan tapi bagaimana tempat pembinaan. Dibina ulang pikirnya, pembinaan kinerjanya, biar kembali ke masyarakat, diterima oleh keluarganya kembali,” kata Riko.

Kegiatan Terjadwal di Dalam Lapas

Pola pembinaan tersebut dijalankan melalui berbagai kegiatan terjadwal, seperti pembinaan kerja, olahraga, dan kegiatan keagamaan. Seluruh aktivitas disusun dalam jadwal harian warga binaan.

“Kegiatan-kegiatan di sini kita jadwalkan. Kita maksimalkan semua pembinaan di sini,” ujarnya.

Pembinaan rohani juga dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas ibadah di dalam lapas.

“Dari masjid harus kita maksimalkan, ada masjid, ada gereja kita maksimalkan,” kata Riko. Ia menyebut kegiatan rutin seperti pengajian malam Jumat dan Jumat berkah menjadi bagian dari pembinaan rohani.

Pendekatan Bahasa dan Komunikasi

Dalam audiensi tersebut, Riko juga menjelaskan pendekatan komunikasi yang diterapkan kepada warga binaan. Ia menyebut tidak lagi menggunakan istilah narapidana atau napi.

“Saya di sini gak nyebut napi, saya nyebutnya saudara. Kata nama narapidana itu di sini sudah kita hilangkan,” ujarnya.

Audiensi FWB dengan pihak Lapas Kelas IIA Serang ini menjadi sarana untuk memahami kebijakan serta aktivitas pembinaan yang berjalan di dalam lembaga pemasyarakatan.

💬 Disclaimer: Kami di sebanten.com berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke [email protected].