Buka Puasa di Lapas Serang: 102 Warga Binaan Bertemu Keluarga, Suasana Haru Pecah di Aula
Ringkasan Berita

- Lapas Kelas IIA Serang menggelar buka puasa bersama warga binaan dan keluarga.
- Sebanyak 102 warga binaan dan 276 pengunjung hadir dalam acara tersebut.
- Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Banten dan Kalapas Serang turut menghadiri kegiatan.
- Ustad Habibi LC alias Ki Jangkrik memberikan tausiyah kepada peserta.
Berita Utama
SERANG, SEBANTEN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang menggelar acara buka puasa bersama warga binaan dan keluarga mereka. Kegiatan yang berlangsung di aula lapas itu menghadirkan suasana yang jarang terlihat di balik tembok tinggi lembaga pemasyarakatan.
Sebanyak 102 warga binaan pemasyarakatan dan 276 pengunjung tercatat hadir dalam acara yang digelar Kamis. Aula lapas mendadak ramai, dipenuhi keluarga yang datang untuk sekadar melepas rindu.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Banten, Muhammad Ali Syeh Banna, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Stiven, bersama jajaran petugas.
Di tengah suasana yang relatif hangat itu, para pengunjung tampak sumringah bisa bertemu sanak saudara yang sedang menjalani masa pembinaan. Bagi sebagian keluarga, momen seperti ini mungkin terasa sederhana, tetapi nilainya jauh dari biasa.
Lapas juga menghadirkan penceramah, Ustad Habibi LC atau yang dikenal sebagai Ki Jangkrik. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan pentingnya memperbaiki diri.
"Sebagai umat muslim kita harus selalu mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhi segala larangannya," kata Ki Jangkrik di hadapan warga binaan dan keluarga yang hadir.
Salah seorang pengunjung mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan tersebut. Ia mengatakan acara itu memberi kesempatan langka untuk berkumpul dengan anggota keluarga yang sedang menjalani masa hukuman.
"Saya sangat berterima kasih kepada Kalapas. Dengan acara ini kami bisa merasakan kebersamaan, walau hanya sebentar," ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Ali Syeh Banna menegaskan pihaknya akan terus mendorong peningkatan pelayanan di lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan warga binaan harus berjalan seiring dengan pelayanan yang lebih manusiawi.
Kalapas Riko Stiven juga berharap dukungan berbagai pihak, termasuk media, agar kegiatan pembinaan di lapas dapat berjalan selaras. Ia menegaskan pihaknya akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Di balik tembok lapas yang biasanya identik dengan pembatas, sore itu justru terasa seperti jembatan. Setidaknya untuk beberapa jam, jarak antara keluarga dan warga binaan terasa sedikit lebih dekat.