Puluhan Truk Tangki CPO Masuk Lapak Misterius di Kramatwatu, Warga Curiga Ada Aktivitas Ilegal
Ringkasan Berita

- Puluhan truk tangki diduga bermuatan CPO masuk ke sebuah lapak penampungan di Kramatwatu, Kabupaten Serang.
- Lokasi tersebut disebut-sebut sudah lama digunakan untuk aktivitas penampungan bahan kimia dan CPO.
- Lapak tertutup rapat sehingga aktivitas di dalamnya tidak terlihat dari luar.
- Nama seorang pejabat daerah berinisial SGM disebut dalam informasi yang beredar.
- Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi saat dimintai konfirmasi.
Berita Utama
SERANG, SeBANTEN - Puluhan truk tangki diduga bermuatan minyak mentah kelapa sawit atau CPO terlihat masuk ke sebuah lapak penampungan di Jalan Wanayasa, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Sabtu siang.
Iring-iringan kendaraan besar itu masuk ke area lapak sekitar pukul 12.33 WIB. Lokasi tersebut tampak tertutup rapat oleh pagar tinggi sehingga aktivitas di dalamnya tak bisa dilihat dari luar.
Beberapa sumber di sekitar lokasi menyebut tempat itu sudah lama digunakan sebagai penampungan bahan kimia dan CPO. Aktivitasnya berlangsung cukup rutin, meski perizinannya disebut belum jelas.
"Lapak itu sudah lama dipakai buat penampungan kencingan bahan kimia dan CPO," kata salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Informasi lain yang beredar menyebut lapak tersebut diduga berkaitan dengan seorang pejabat daerah berinisial SGM yang disebut sebagai anggota DPRD Banten. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait kepemilikan ataupun pengelolaan lokasi tersebut.
Dari pantauan di lapangan, beberapa truk tangki yang masuk memiliki nomor kendaraan dari luar Provinsi Banten. Salah satunya tercatat menggunakan pelat nomor BE 85*0 A**.
Jumlah kendaraan yang masuk diperkirakan mencapai puluhan unit. Meski demikian, aktivitas apa yang terjadi di dalam lapak tersebut tetap menjadi tanda tanya karena aksesnya tertutup rapat.
Saat hendak dikonfirmasi di kantor Polsek Kramatwatu, petugas piket menyampaikan pimpinan sedang tidak dapat ditemui.
"Maaf pak, komandan sedang ada zoom meeting jadi komandan belum bisa bertemu," ujar anggota yang sedang berjaga.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kramatwatu juga belum memberikan respons ketika dihubungi melalui telepon seluler. Untuk sementara, aktivitas di balik pagar tinggi itu masih menyisakan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
(Roy)