Tinawati Andra Soni Tekankan Sosialisasi Pencegahan Stunting Hingga Tingkat Keluarga


SERANG | SEBANTEN — Sosialisasi pencegahan stunting harus menjangkau hingga tingkat keluarga agar tidak ada anak mengalami gangguan tumbuh kembang. Hal itu disampaikan Tinawati Andra Soni saat kegiatan di Resort Umbul Tanjung, Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka, Senin (27/4/2026).

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten itu menegaskan, peran keluarga menjadi kunci dalam keberhasilan program pencegahan stunting. Sosialisasi dilakukan melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Kegiatan tersebut turut diisi dengan pelatihan tata boga serta pertemuan masyarakat sadar Tuberkulosis (TBC). Program ini didukung oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

"Jadi lagi-lagi keluarga yang harus kita edukasi, keluarga yang harus kita sosialisasikan. Apapun itu program dari pemerintah pusat, daerah maupun di wilayah sekitar Kabupaten Serang," kata Tinawati.

Ia menjelaskan, pendekatan berbasis keluarga dinilai efektif karena langsung menyentuh pola asuh dan pemenuhan gizi anak. Selain itu, edukasi juga mencakup pemahaman terhadap program pemerintah yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Dalam kesempatan itu, Tinawati juga menyoroti upaya pencegahan penyakit TBC di masyarakat. Ia meminta tenaga kesehatan meningkatkan langkah pencegahan dan penanganan agar penularan bisa ditekan.

"Tadi saya sudah berbincang juga dengan tenaga kesehatan terkait dengan bagaimana mencegah TBC, kemudian penanganannya dan penanggulangannya," katanya.

Menurutnya, sinergi antara kader kesehatan, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk menekan angka kasus TBC. Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalisir penularan hingga mencapai nol kasus.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Serang Tifa menyampaikan, edukasi yang diberikan menjadi dorongan bagi para penggerak di daerah untuk bekerja lebih maksimal hingga tingkat keluarga.

Ia mengatakan, masyarakat mendapatkan berbagai pengetahuan, mulai dari tambahan makanan untuk pencegahan stunting hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

"Mudah-mudahan, insya Allah bermanfaat dan mudah-mudahan kesehatannya. kemudian juga pemberdayaan ekonominya bisa dilanjutkan dari sini," katanya.

Program sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Banten dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan keluarga. Dengan keterlibatan aktif semua pihak, diharapkan program tersebut dapat memberikan dampak nyata di lapangan.

💬 Disclaimer: Kami di sebanten.com berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke [email protected].